Profile

B.     Visi dan Misi

  • Visi:

Terwujudnya Bunyanul Islam yang diisi oleh almar-atus shalihah.

  • Misi:

Membina, mendidik, dan mengarahkan para Pemudi agar memahami, mengamalkan, dan mendakwahkan ajaran Islam berdasarkan Al-Quran dan As-Sunah.

C.    Tujuan

Jam’iyyah Pemudi Persatuan Islam bertujuan mendidik dan membina para anggotanya agar:

  1. Menjadi hamba Allah yang mengamalkan syari’at Islam dengan semestinya, penuh tanggung jawab, menjadi uswatun hasanah bagi keluarga dan masyarakat dalam aqidah, ibadah, dan muamalah.
  2. Menjadi ashabun dan hawariyyun Islam.
  3. Menjadi mujahid da’wah untuk memelihara dan memakmurkan mesjid dan membasmi munkarat, bid’ah, khurafat, takhayul, taqlid, dan syirik demi kemurnian ajaran Islam berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah.
  4. Melakukan penelitian dan pengkajian ilmu-ilmu keislaman.
  5. Memelihara dan mengembangkan ruh jihad dengan melakukan amar ma’ruf nahyi munkar dalam segala ruang dan waktu, serta membela dan menyelamatkan umat Islam dari gangguan lawan-lawan Islam, dan kaum muslimin dengan cara hak dan ma’ruf yang sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan As-sunah.
  6. Memakmurkan lembaga-lembaga pendidikan dalam upaya menanamkan, memperdalam, dan mengkokohkan aqidah serta melaksana kan ibadah, muamalah, dan akhlak Islam.
  7. Mengadakan dan mengembangkan penerbit an-penerbitan keagaman untuk memperluas tersebarnya faham dan keyakinan wajibnya kembali kepada Al-Quran dan As-Sunah.
  8. Mengadakan kegiatan-kegiatan kemasyarakat an yang sejalan dengan tuntunan Al-Quran dan As-Sunah.
  9. Menjalin dan memelihara hubungan baik dengan segenap organisasi Islam lainnya, baik nasional maupun internasional sebagai perwujudan prinsip kaljasadil wahid dalam menuju terwujudnya bunyanul Islam.

 D.    Jenis Keanggotaan

Anggota Pemudi Persatuan Islam terdiri atas:

  1. Anggota Biasa, yaitu anggota Pemudi Persatuan Islam yang berusia antara 16 – 30 tahun dan di tempat tinggalnya sudah berdiri cabang Pemudi Persatuan Islam.
  2. Anggota Tersiar, yaitu anggota Pemudi Persatuan Islam yang berusia antara 16 – 30 tahun dan di tempat tinggalnya belum berdiri cabang Pemudi Persatuan Islam.
  3. Anggota Istimewa, yaitu anggota biasa yang usianya sudah lebih dari 30 tahun, tetapi potensinya masih diperlukan oleh jam’iyah.
  1. E.     Jenjang Organisasi

No

Jenjang Setingkat

1

Pimpinan Pusat Nasional

2

Pimpinan Wilayah Provinsi

3

Pimpinan Daerah Kota/Kabupaten

4

Pimpinan Cabang Kecamatan

5

Pimpinan Jama’ah Desa/ Kelurahan

F.     Bentuk Kegiatan

Beberapa bentuk kegiatan yang rutin diselenggarakan oleh Pemudi Persatuan Islam, antara lain:

  1. Pengajian di setiap cabang dan jama’ah Pemudi Persatuan Islam.
  2. Shilaturahmi dan kegiatan sosial kepada yang terkena musibah dan kaum dhu’afa.
  3. Meningkatkan beribadah yang benar, memperluas khazanah keilmuan, dan memperdalam keterampilan sosial melalui seminar, diskusi, dan pelatihan-pelatihan lainnya.

G.    Beberapa Peristiwa Penting dalam Catatan Pemudi Persatuan Islam

Pemudi Persatuan Islam yang sudah mengalami sembilan kali periode kepemimpinan telah mencatat beberapa peristiwa penting, antara lain:

  1. AD/ART sebagai dasar pijakan organisasi telah disusun sejak periode pertama Jam’iyyatul Banaat (1957-1962). Hal ini menunjukkan kepekaan para perintis dan pendiri organisasi untuk meletakkan fondasi organisasi dalam sebuah “sistem peraturan” bukan “figur perorangan”.
  2. Kegiatan kaderisasi bagi pimpinan dan anggota diawali pada periode kedua (1962-1967) dengan nama “Tazwiedul Fatayaatil Qur-an (TAFIQ)”. Pada periode selanjutnya, kegiatan Kaderisasi formal dimulai dengan Ma’ruf (Masa Ta’aruf), Pembinaan Kader Pimpinan I, II, dan III, serta Training Instruktur. Adapun kegiatan kaderisasi non formal dilakukan melalui kegiatan halaqoh anggota, halaqoh pimpinan, dan halaqoh pembina.
  3. Upaya kerja sama dengan pihak luar Pemudi Persatuan Islam telah mulai dirintis pada periode ketiga (1967-1981), antara lain: melakukan kerja sama dengan BKSWI Wilayah Jabar sejak tahun 1968. Selain itu, mengisi siaran Mimbar Islam di radio-radio, yaitu siaran Bina Mentalita di radio Dwikarya  dan Parahyangan Bandung.
  4. Perintisan Ummu Dhu’afa pada periode keempat (1981-1990).
  5. Periode kelima (1990-1995) ekspansi organisasi ke luar Jawa.
  6. Periode keenam (1995-2000) penyusunan juklak-juknis; mulai tegas menyatakan sikap politik.
  7. Periode ketujuh (2000-2005) telah mencatat beberapa kegiatan sebagai berikut:
  1. Audiensi dengan instansi pemerintah dan non pemerintah, antara lain: Menteri Sosial, Menteri Kehutanan, Menteri Negara Peranan Perempuan, DPR RI, Sekjen MUI, PP Nasyiatul Aisyiyah, PP Fatayat, dan media elektronik TPI.
  2. Info kegiatan Pemudi Persatuan Islam dimuat di media cetak ibu kota dan daerah.
  3. Talkshow dalam rangka Shilaturahmi dan Temu Ilmiah Nasional I Pemudi Perstuan Islam di radio Antassalam dan MQ FM
  4. Merintis pendirian Forum Kajian Muslimah (FKM), merupakan aliansi tiga ormas Pemudi Islam, yakni Pemudi Persatuan Islam, Nasyiatul Aisyiyah, dan Fatayat yang bergerak dalam bidang sosial dan pendidikan khususnya bagi perempuan dan anak.
  5. Pembentukan Pimpinan Wilayah Pemudi Persatuan Islam Jawa Timur.
  6. Aktif menyampaikan pernyataan sikap jam’iyyah terhadap kebijakan Pemerintah, Invasi Amerika terhadap Palestina, Afganistan, dan Irak.
  7. Mempercepat Pembahasan RUU APP (Undang-undang Pornografi) dan Undang-undang Pemilu 2004.
  8. Penyelenggaraan Pelatihan Kader Pimpinan III, Training Kader Instruktur, dan Bulan Sabit Merah.
  9. Penyelenggaraan Shilaturahmi dan Temu Ilmiah Nasional I dan II.
  10. Kerja sama ILO persiapan Hearing dengan DPR RI tentang Buruh Perempuan.
  11. Program Ar-Ruhama PZU, Unit Usaha AL-MANNA (Resepsi Kit) dan Warung Jam’iyyah, serta Pendidikan bagi Anak Dhu’afa (PADU).
  12. Audiensi dengan instansi pemerintah dan non Pemerintah, antara lain: Menteri Sosial, Menteri Kehutanan, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungn Anak, Menteri Kesehatan, Yayasan Dakwah Malaysia Indonesia (YADMI), Menteri Pemuda dan Olah Raga, dan Menteri Agama)
  13. Pembentukan Pimpinan Wilayah Pemudi Persatuan Islam Bali dan Yogyakarta, serta Perintisan Pimpinan Wilayah Pemudi Persatuan Islam Jawa Tengah.
  14. Aktif menyampaikan pernyataan sikap jam’iyyah terhadap kebijakan Pemerintah, Invasi Amerika terhadap Palestina, Afganistan, dan Irak.
  15. Penyelenggaraan Kegiatan Gebyar Seni Budaya
  16. Sosialisasi UU Pemilu 2009, UU Pornografi, dan UU Kepemudaan.
  17. Penyelenggaraan Shilaturahmi dan Temu Ilmiah Nasional III.
  18. Penyelenggaraan Bakti Sosial dalam rangkaian kegiatan Berkah Ramadhan.
  19. Penyelenggaraan Kegiatan Sehari Bersama Keluarga Besar Persatuan Islam (SEBARIS PERSIS).
  20. Penandatanganan MoU dengan Kemenpora sebanyak dua kali.
  21. Penandatanganan MoU dengan pihak Kementerian Kesehatan tentang Peningkatan Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat
  22. Berpartisipasi dalam kegiatan Muktamar Wanita Islam di Alam Melayu di Malaysia.
  23. Penyelenggaraan talkshow tentang Advokasi dalam Perspektif Syar’i dan Realiti.
  24. Penggalangan dana bagi korban bencana Merapi, Mentawai, dan Wasior.
  25. Pelatihan Pengelolaan Website.
  26. Penyelenggaraan talkshow interaktif tentang ASI; Hak dan Kewajiban dalam Tinjauan Syar’i dan Kesehatan.
  1. Periode kedelapan (2005-2010) telah mencatat beberapa kegiatan sebagai berikut:
  1. Periode kesembilan (2010-2014) yang baru menginjak semester pertama telah mencatat beberapa kegiatan sebagai berikut:

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>