Mar 12

Rekapitulasi dana Muktamar X Pemudi Persis

NO NAMA PC
BULAN JUMLAH SETORAN
(Rp)
1 PD Kab.Bandung Agustus 860.000
2 PC Ciparay September, Februari 900.000
3 PC Pameungpeuk Januari 1.680.000
4 PC Katapang Februari 1.000.000
5 PC Banjaran Desember 880.000
6 PC soreang Kota Oktober 380.000
7 PC Kutawaringin Agustus – Fabruari 9.100.000
8 PC Margaasih September, Oktober, Desember,Januari&Februari 13.740.000
9 PC Ciwidey Februari 500.000
10 PC Pangalengan Februari 140.000
11 PC Padalarang September 1.000.000
12 PC Cipatat November 450.000
13 PC Cililin Desember 400.000
Jumlah 31.030.000

• Kami ucapkan banyak terimakasih teriring do’a Jazaakumullohu Khairan Katsieraa kepada PC yang telah menunaikan iuran Muktamar sebagai mestinya. Bagi PC yang tidak tercantum di atas harap segera menyelesaikan administrasi iuran Muktamar, demi suksesnya Muktamar X Pemudi Persis.

Mar 12

Optimalisasi Peran al-Maratu ash-Sholihat Dalam Bermasyarakat

Insania Zakiyyah, S.Pd
(Ketua Bidang Jam’iyyah/ Ketua Panitia Muktamar X PP Pemudi Persis)

Judul di atas merupakan tema yang diusung dalam Muktamar X Pemudi Persis. Tema ini menggambarkan sebuah harapan agar Pemudi Persis yang selama ini berusaha diidentikkan dengan Mar’ah Sholihah dapat mengaktulisasikan dirinya sesuai peran yang diembannya sehingga terwujud dalam kehidupan masyarakat yang adil dan makmur.
Karakteristik Mar’ah Sholihah sendiri hakikatnya terletak pada kemampuan seorang Muslimah untuk mengoptimalkan empat peran utamanya dalam kehidupan. Pertama, perannya sebagai ‘abidah (hamba Allah). Kedua perannya sebagai anak, ketiga perannya sebagai istri, dan keempat perannya sebagai seorang ibu. Jika selama ini, keempat peran tersebut banyak dipandang sebagai peran domestik yang telah membuat wanita termarginalkan, sungguh sebuah persepsi yang SALAH BESAR. Karena dengan keempat perannya inilah seorang wanita sejatinya tengah berkontribusi besar bagi pengembangan karakteristik bangsanya.
Pada peran pertamanya sebagai seorang hamba, Mar’ah Sholihah dituntut untuk dapat mempersembahkan ibadah terbaiknya di hadapan Allah SWT. Mencakup ibadah shalat, shaum, zakat, haji, serta penunaian kewajiban amar ma’ruf nahyi munkar. Pada peran ini pula seorang muslimah dituntut untuk selalu menggali dan berbagi ilmu dengan mengembangkan potensinya agar dapat maksimal dalam menjalankan peran hidupnya. Muslimah juga dituntut untuk dapat menjaga dirinya, baik fisik maupun ruhaninya.
Sedangkan pada peran kedua, seorang muslimah dituntut untuk menjadi anak yang sholeh, berbakti pada orangtua dan mempertebal kesholehannya sehingga mampu menjadi jariyah bagi kedua orangtuanya. Pada peran ini pula seorang muslimah diwajibkan menghormati orangtuanya baik dalam keadaan muslim ataupun kafir. Perkataan serta perlakuan yang mengedepankan kelemahlembutan menjadi syarat utama dalam bergaul dengan orangtua. Seorang muslimah juga diharapkan agar mampu menginternalisasi keyakinan bahwa ridlo Allah itu ada pada ridlo kedua orangtuanya, dan murka Allah juga ada pada murka kedua orangtuanya.
Peran selanjutnya adalah peran sebagai seorang istri. Rasulullah saw pernah bersabda, jika Allah memerintahkan agar sesama manusia saling sujud pastilah Beliau akan memerintahkan agar seorang istri sujud pada suaminya. Isyarat Rasulullah saw tersebut menunjukkan kepada kita begitu besarnya kewajiban taat seorang istri terhadap suaminya. Terkikisnya keyakinan akan kewajiban inilah yang telah menyebabkan bermunculannya kasus ketidakharmonisan dalam rumah tangga serta kerusakan akhlaq di kalangan generasi muda kita.
Peran penting terakhir seorang Muslimah adalah perannya sebagai ibu yang bertanggungjawab menjadi manajer utama pendidikan anak. Peran ini bukan hanya berbicara tentang pemenuhan pangan, sandang, dan papan belaka. Namun, yang lebih krusial adalah peran pembentukan akhlaq serta jati diri seorang anak sehingga mewujud menjadi sosok Muslim yang kaaffah.
Keempat peran utama inilah yang berusaha diwujudkan oleh Pemudi Persis selama ini. Sehingga Pemudi Persis sebagai organisasi kepemudaan berperan aktif dalam mendidik dan mengarahkan para anggotanya agar mampu menghayati dan menjalani peran-peran tersebut dengan baik. Upaya tersebut mengejewantahkan asumsi sebagian orang bahwa dengan beraktifitas di Pemudi Persis, sering pergi keluar rumah, rumah menjadi tidak terurus, dan anak-anak menjadi lebih dekat dengan pengasuhnya.
Pemudi Persis juga bukanlah sekedar tempat berkumpul dan bercengkrama melepas kepenatan tugas sehari-hari, atau tempat beraktifitas meluapkan potensi diri yang tidak tersalurkan. Karena pada hakikatnya rumah sebagai tempat utama bagi Muslimah adalah sarana pengembangan potensi diri terbesar yang mampu mendidik mereka menjadi pribadi yang lebih baik setiap hari.
Inilah hakikat makna bermasyarakat yang diusung oleh Panitia Muktamar X Pemudi Persis. Yakni menempatkan seorang Muslimah pada peran hakikinya dalam kehidupan, sehingga tercipta keselarasan dan keseimbangan yang akan menciptakan kehidupan masyarakat yang adil dan makmur. Baldatun thoyyibatun wa rabbun ghafur akan kita raih melalui rumah yang sakinah, mawaddah wa rahmah karena ada Mar’ah Sholihah di dalamnya. Aamien.

Mar 12

info Jamiyyah

Bidang Jam’iyyah:
• PP Pemudi Persis sedang melaksanakan uji coba panduan halaqoh, bertempat di PD Kota Bandung sejak bulan November 2013 dan berlangsung selama enam bulan. Selanjutnya akan dilaksanakan di PD Kabupaten Bandung dan PD Kabupaten Bandung Barat.
Bidang Maliyyah
• PP Pemudi Persis pada tahun ini telah memiliki seragam nasional yang bercorak batik, bahan tersebut didesain oleh Pemudi sendiri dan dapat diperoleh langsung di kantor PP Pemudi Persis. Bagi seluruh anggota diharapkan untuk memilikinya. Model seragam ditentukan oleh Pimpinan Pusat. Batik Pemudi warna ping biru, lebar 1,15 cm, harga 25.000/meter. Pemesanan bisa menghubungi Bidang Maliyyah atas nama Irma Sugrianti 081573731377/ Agnia 08562140865

Mar 12

Musibah VS Barokah

Oleh, Rizki Ghassani, S.Kom.I
Ketua PW Pemudi Persis Jawa Barat

Musibah dan berkah merupakan dua hal yang tidak luput dari kehidupan manusia. Namun bagaimana cara pandang kita untuk menyikapi hal tersebut. Ada yang menyikapi musibah sebagai malapetaka dan tidak sedikit pula yang menjadikan musibah sebagai ujian kesabaran untuk lebih meningkatkan kualitas diri di hadapan-Nya. Allah SWT berfirman dalam QS Al-Baqarah, ayat 155-157 yang artinya;
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan,”Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.” Mereka itulah yang mendapatkan keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Rabbnya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk”.

(QS. As Syura, ayat 30)

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, maka adalah disebabkan oleh perbuatan tangan kamu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar dari dosa-dosamu.”

Masih ingatkah apa yang dilakukan umat manusia saat perayaan tahun baru masehi 2013 yang lalu? Semua saling berkumpul meniup terompet, menyiapkan makanan, pesta dan menyalakan musik yang keras. Dengan waktu yang bersamaan semuanya menyalakan kembang api yang membakar langit, merobek lapisan ozon pelindung bumi yang kita tinggali. Ini hanyalah salah satu contoh kecil dari hujan yang terus turun hingga saat ini seolah melukiskan tangisan langit atas apa yang diperbuat manusia kepadanya.
Ayat di atas nampaknya menjadi salah satu jawaban atas bencana alam yang bertubi-tubi menimpa negeri ini. Awal tahun 2014 disambut dengan musibah yang datang silih berganti. Diawali dengan bencana letusan Gunung Sinabung lalu disusul dengan Banjir DKI Jakarta. Belum selesai penanganan kedua bencana besar tersebut, Indonesia kembali diguncang bencana Meletusnya Gunung Kelud, banjir Bandang Manado, Banjir di beberapa daerah di Jawa Barat, Longsor di Jombang dan Kudus, Gempa di Maluku yang berkekuatan 5.85SR, dan banyak bencana alam lain dalam kurun waktu hanya dua bulan saja.
Sedangkan di belahan Bumi lain terjadi badai salju dahsyat yang menimpa Amerika wilayah selatan dengan suhu mencapai -34° Celcius (13/02/14), tanah yang tiba-tiba amblas (sinkhole) di Negara Bagian Kentuckhy AS (13/02/14), angin kencang yang menewaskan warga Inggris dengan kekuatan 160 KM/jam (13/02/14), Argentina terpanggang gelombang panas yang menyebabkan 7 orang tewas, pertanian terbakar, binatang-binatang perlu penanganan medis serius dengan suhu yang melebihi 45° Celcius (02/01/14), Banjir yang merendam 115.000 rumah dan melumpuhkan kota England dan Wales Inggris (15/02/14), banjir besar di jalur Gaza (15/12/13). Dan bencana lain yang masih berlangsung hingga saat ini.¹
Di Negeri kita ribuan warga mengungsi di barak pengungsian yang disediakan pemerintah. Hal itupun mengundang banyak relawan dari berbagai elemen masyarakat yang terjun ke barak pengungsian untuk membantu saudara-saudarnya yang terkena bencana. Tak mau ketinggalan, berbagai parpol pun datang silih berganti dengan berbagai kepentingan. Yang dikhawatirkan justru dengan terjadinya bencana ini misi “kristenisasi” masuk secara perlahan. Masyarakat rela menggadaikan aqidahnya hanya demi mengisi perut. Dan ini merupakan bencana sesungguhnya untuk umat muslim.
Bencana atau musibah sering dipandang sebagai suatu hal yang sangat tidak mengenakan, sesuatu yang menyedihkan dan lain sebagainya. Di dalamnya iman seseorang sangat diuji. Nanti akan terpilah siapa yang tulus, siapa yang penuh dengan kepura-puraan, siapa yang berjiwa besar dan rela berkorban, siapa yang hanya ingin enaknya saja dengan memanfaatkan keadaan yang ada. Bisa jadi bencana yang terjadi ini merupakan adzab dari Allah SWT. Dalam hadits dikatakan terdapat lima belas perkara mendatangkan musibah dan bala bencana:
Dari Ali bin Abi Thalib Ra berkata: Rasulullah Saw bersabda:
“Apabila umatku telah melakukan lima belas perkara, maka halal baginya (layaklah) ditimpakan kepada mereka bencana.” Ditanyakan, apakah lima belas perkara itu wahai Rasulullah? Rasulullah Saw bersabda: “Apabila…Harta rampasan perang (maghnam) dianggap sebagai milik pribadi, Amanah (barang amanah) dijadikan sebagai harta rampasan, Zakat dianggap sebagai cukai (denda), Suami menjadi budak istrinya (sampai dia), Mendurhakai ibunya, Mengutamakan sahabatnya (sampai dia), Berbuat zalim kepada ayahnya, Terjadi kebisingan (suara kuat) dan keributan di dalam masjid (yang bertentangan dengan syari’ah), Orang-orang hina, rendah, dan bejat moralnya menjadi pemimpin umat (masyarakat), Seseorang dihormati karena semata-mata takut dengan kejahatannya, Minuman keras (khamar) tersebar merata dan menjadi kebiasaan, Laki-laki telah memakai pakaian sutera, Penyanyi dan penari wanita bermunculan dan dianjurkan, Alat-alat musik merajalela dan menjadi kebanggaan atau kesukaan, Generasi akhir umat ini mencela dan mencerca generasi pendahulunya; Apabila telah berlaku perkara-perkara tersebut, maka tunggulah datangnya malapetaka berupa; taufan merah (kebakaran), tenggelamnya bumi dan apa yang diatasnya ke dalam bumi (gempa bumi dan tananh longsor), dan perubahan-perubahan atau penjelmaan-penjelmaan dari satu bentuk kepada bentuk yang lain.” (HR. Tirmidzi, 2136)

Hadits di atas menjadi jawaban atas bencana yang melanda bumi kita. Satu per satu dari 15 perkara yang mendatangkan musibah terjadi. Maka, di sinilah tugas kita Pemudi Persis sebagai al-mar’ah ashsholihah yang harus bisa menjadi penerang bagi sesama dan pengingat bagi yang lupa. Maka, selain kita waspada terhadap bencana alam yang sering terjadi, kita harus lebih waspada terhadap bencana yang jauh lebih berbahaya yaitu bencana Aqidah. Karena bencana-bencana tersebut insyaallah akan berakhir jika umat manusia berpegang teguh kepada Dinnullah (Islam sebenar-benarnya dengan berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan Sunnah).
Firman Allah SWT dalam QS Al A’raf, ayat 96:
”Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri Beriman dan Bertakwa, pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat kami) itu, Maka kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.”

Ada berkah dibalik musibah. Ini barangkali yang harus menjadi bahan renungan bagi umat manusia. Contoh kecil pasca banjir DKI Jakarta ada berkah rejeki yang melimpah bagi para pemulung. Begitu pun dengan meletusnya Gunung merapi Sinabung dan Kelud. Tanah di lokasi letusan gunung berapi biasanya akan mengalami pengayaan hara secara alami dan semakin subur.
Setiap kali letusan terjadi, jutaan kubik material vulkanik dalam bentuk debu, pasir, dan kerikil, menambah kesuburan tanah. Abu vulkanis yang menyebar luas, bagaikan pupuk penyubur pada kawasan tersebut. Inilah berkah lain, dari sebuah musibah.
Kalau dilihat dari segi pertanahan, meletusnya gunung justru semakin memperkaya, baik untuk kesuburan atau pembaharuan tanah. Tidak hanya kesuburan bagi pertanian, material vulkanik juga bisa menjadi bahan dasar bangunan.
Bahan bangunan yang bisa dihasilkan dari material gunung, di antaranya batu bata, genteng beton, paving blok, konblok, dinding, ubin serta bisa untuk membuat jalan lingkungan. Materi vulkanik lain yang bisa dimanfaatkan untuk bangunan adalah pasir.
Setiap terjadi letusan gunung api akan membawa perubahan mendasar yang menguntungkan pada sumber daya tanah yang terjangkau oleh material letusan karena terjadi peremajaan dan pengayaan tanah secara alami. Suatu berkah di balik derita bencana memilukan khususnya bagi para petani karena merubah status kesuburan tanah menjadi tinggi sebagai pertama proses alam sedang bekerja pada lahan untuk memulihkan kondisi daya dukungnya.
QS Luqmaan: 31
“Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kemehakuasaan Allah) bagi setiap orang yang sangat sabar dan banyak bersyukur”.
Sungguh nikmat Allah tiada batas…

Mar 12

Pemudi Menjelang Muktamar X

oleh: Lela Sa’adah, S.Pd. (Ketua Umum PP Pemudi Persis masa jihad 2010 – 2014)

Tanpa terasa, saat ini kita semua telah memasuki bulan ke-3 di tahun 2014. Dalam beberapa bulan ke depan Pemudi Persis akan melakukan evaluasi serta proyeksi langkah juang Pemudi Persis selama 4 Tahun ke belakang dan 4 tahun di masa mendatang. Selain itu, pada momentum itu pula kita semua akan kembali melakukan desain ulang institusi serta regenerasi kepemimpinan di tubuh Pimpinan Pusat Pemudi Persis. Momentum itu adalah Muktamar; ajang silaturahmi sekaligus ajang Musyawarah tertinggi dalam tubuh Pemudi Persis. Jelang 10 Bulan menuju Muktamar, maka ada beberapa hal yang tentunya harus kita perhatikan bersama. Pertama, saya selaku pucuk pimpinan tertinggi di tubuh Jam’iyyah Pemudi Persis ingin mengajak seluruh anggota Pemudi, berikut simpatisan untuk memandang Muktamar tidak hanya sekedar ritus 4 tahunan belaka, namun jauh lebih dari itu, mari kita pandang Muktamar ini sebagai wahana strategis guna melakukan perbaikan di tubuh Pemudi Persis 4 Tahun mendatang. Kedua, Muktamar X Pemudi Persis tentunya akan terasa sangat berbeda bila dibandingkan dengan muktamar-muktamar sebelumnya, pada muktamar X Pemudi Persis akan melakukannya secara terpisah dari Muktamar Persis. Hal ini dilakukan karena konstitusi/Qaidah Asasi dan Qaidah Dakhili Pemudi Persis mengisyaratkan periodisasi yang berbeda dengan Persis, Persistri maupun Pemuda Persis. Dikarenakan muktamar kali ini terpisah, maka tentu saja jiwa kemandirian Pemudi Persis akan jauh lebih dituntut, mulai persiapan hingga pelaksanaan teknis akan dilakukan tanpa melibatkan Persis sebagai organisasi induk. Di sisi lain, tentu saja sangat dimungkinkan gaung muktamar X tidaklah seramai dan sesemarak muktamar yang telah lalu, namun demikian bagi saya pribadi muktamar itu tidak usah terlalu ramai dan tidak usah terlalu gaduh, kadangkala kegaduhan dan keramaian muktamar itu sendiri mengganggu fokus konsentrasi kita pada materi-materi inti di muktamar itu sendiri. Dalam kalimat pendek ingin saya sampaikan, mari kita hentikan prilaku Noise without voice!!! Ketiga, di Muktamar X ini saya ingin menunjukan kepada public, bahwa Pemudi Persis mampu menggelar sidang-sidang muktamar yang santun, beretika dan berakhlaqul karimah. Fungsi muktamar sebagai sarana evaluasi tentu saja harus diisi dengan apresiasi sekaligus kritik yang membangun, hanya saja saya ingin memberikan catatan, agar kelak seluruh peserta muktamar mampu menghadirkan suasana yang penuh cinta; mengapresiasi karena cinta dan mengkritik pun karena cinta. Atas nama cinta, maka saya ingin semua peserta, termasuk penyelenggara muktamar mampu menghadirkan tutur kata yang santun yang diikuti dengan tatapan yang meneduhkan dan senyum penuh keanggunan, selayaknya jati diri al-mar’atushshalihah. Hal ini perlu saya tekankan, mengingat menurut pengalaman yang telah kita lalui bersama, tak jarang muktamar yang seharusnya menjadi ajang penguatan soliditas berubah menjadi ajang yang justru mencederai nilai-nilai soliditas. Keempat, Muktamar X sebagaimana muktamar-muktamar sebelumnya juga memiliki beberapa fungsi pokok. Empat di antaranya adalah sarana evaluasi, sarana proyeksi, sarana pembaharuan konstitusi dan sarana kaderisasi serta regenerasi. Keempat fungsi pokok ini saya harap mendapatkan perhatian yang sama, karena dari pengamatan saya selama ini, muktamar di berbagai lini dan bahkan di berbagai organisasi cenderung lebih memfokuskan dirinya pada persoalan regenerasi. Oleh sebab itu, tak jarang evaluasi, proyeksi program kerja dan pembaharuan konstitusi menjadi terabaikan. Hal tersebut pada akhirnya akan menyebabkan desain institusi Pemudi Persis menjadi rapuh, dan bila desain institusinya rapuh, maka Ketua sehebat apapun tidak akan membawa organisasi ini ke arah yang lebih baik. Kelima, Muktamar X yang akan kita jelang dalam beberapa bulan ke depan tentulah akan memilih pimpinan baru. Saya sebagai Pimpinan Pemudi Persis saat ini ingin membuka kesempatan yang seluas-luasnya kepada seluruh kader terbaik Pemudi untuk memimpin. Saya pun ingin memastikan, bahwa secara pribadi, tidak ada seorang kader-pun yang saya jagokan. Silahkan berkompetisi secara sehat; tanpa saling bisik-bisik, tanpa saling melempar isu dan tanpa saling mencederai martabat diri. Ingat, kepemimpinan itu adalah tugas berat namun terhormat, oleh sebab itu ia harus diperoleh dan dijalankan dengan cara yang bermartabat. Terakhir, di luar konteks Muktamar, saya ingin menyampaikan pesan, bahwa menjelang diselenggarakannya Pemilu Legislatif pada tanggal 9 April dan Pemilu Presiden pada tanggal 9 Juli, agar seluruh keluarga besar jam’iyyah pemudi persis tetap menjaga bahkan meningkatkan soliditas organisasi. Saya sangat tidak berharap Pileg dan Pilpres menyebabkan keretakan dinding kokoh jam’iyyah yang selama ini kita bangun bersama. Sebagai bagian dari jam’iyyah Persis pun saya ingin ingatkan, agar seluruh sikap politik yang ditempuh oleh keluarga besar Pemudi Persis seyogyanya sejalan dengan ketetapan syura di tubuh persis. Secara pribadi dan dalam kapasitas sebagai Pimpinan Pemudi Persis, saya sendiri akan ta’at, tunduk dan patuh kepada seluruh sikap politik yang diambil oleh Persis, karena sungguh tanpa keta’atan kepada pimpinan, maka kita hanya jutaan buih di lautan yang mudah terseret arus dan terhempaskan gelombang. Selamat mengisi hari-hari jelang Muktamar, teruslah berkhidmat kepada keluarga, agama dan Negara. Sungguh tidak ada kebahagiaan yang melebihi kebahagiaan dalam keta’atan di jalan Allah. Teruslah menjadi al-mar’atushshalihah. Sampaikan salam hangat dan terimakasih saya yang tulus bagi anak-anak, suami dan keluarga yang telah mengizinkan teteh-teteh semua berkhidmat di jam’iyyah ini.

May 07

PERNYATAAN LPPOM MUI TENTANG KEHALALAN PRODUK DAN DAMPAK NYA

Oleh: Imas Masithoh (Ketua Bidgar Dakwah PP Pemudi Persis)

Pada bulan Juli 2012 MUI Jabar mengundang  Pemudi Persis untuk menghadiri acara seminar yang bertema “Implementasi Sertifikat Halal Bagi Peningkatan Ekonomi Berbasis Syariah Menuju Jawa Barat Sebagai Propinsi Halal 2014” yang di  gelar di Gedung Bank Indonesia.

LPPOM ini adalah sebuah lembaga penelilitian dan bukan hanya sebatas meneliti produknya saja tapi sampai proses pembuatannya bahkan sampai meneliti bahan-bahan apa saja yang dibuatnya, serta sampai ke tempat penyembelihannya diperhatikan.

Mengingat sekarang banyak produk baik itu makanan, obat-obatan, kosmetik  yang tidak bersertifikat halal bahkan sangat banyak sekali produsen dengan seenaknya membuat label halal tanpa ada penelitian dan pengawasan dari badan atau lembaga, maka LPPOM MUI memberikan pernyataan bahwa setiap produk makanan harus bersertifikat halal, yang kehalalannya bisa dipertanggung jawabkan.

Kami setuju dengan pernyataan MUI dan menghargainya, karena para produsen dan distributor saat ini hanya memikirkan keuntungan saja tanpa melihat kemadharatan dan dampak dari makanan tersebut apakah halal atau haram. Padahal Allah SWT memerintahkan Dalam Q.S Abasa :24 “maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya”, dan dalam Q.S Al-baqoroh :168 Hai sekalian manusia makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi” . Bahkan dalam satu hadist dinyatakan bahwa Abu hurairah berkata: Hasan ibnu A’li ra pernah mengambil satu buah kurma dari kurma zakat, lalu ia memasukannya ke dalam mulutnya. Nabi saw langsung berkata kepadanya: kikh, kikh,” agar hasan memuntahkannya.kemudian Nabi saw berkata .tidakkah kamu tahu bahwa kita tidak makan zakat {sohih Al-Bukhori kitab az-zakat}. ini menunjukan begitu pentingnya memperhatikan makanan, sampai-sampai rosululloh menyuruh memuntahkannya,  jangan sampai ada barang haram masuk pada tubuhnya, karna itu semuanya berdampak kepada nilai  ibadah .

Karena itu LPPOM MUI diperlukan adanya, karena saat ini banyak produk-produk baik itu makanan, minuman, obat-obatan bahkan kosmetik yang menggunakan bahan-bahan haram, jangankan  pada makanan pada kosmetik saja tetap tidak boleh, Dewan hisbah persatuan islam (PERSIS), dalam sidangnya tanggal 2 september 2000 di Sumedang Jawa Barat,  juga mengharamkan plasenta untuk kosmetika.

Mengingat sekarang banyak tangan-tangan jahil yang ingin merusak manusia baik pada jasadnya maupun nilai ibadahnya,karena babi itu jelas haramnya dalam Q.S Almaidah:3 “di haramkan bagimu (memakan) bangkai,darah,daging babi,(daging hewan)yang disembelih atas nama seelain Alloh…”.Tidaklah Alloh haramkan terhadap daging babi tersebut kalau tidak ada dampaknya. Sebab menurut ilmu modern telah menemukan adanya penyakit berbahaya yang ditimbulkan dari babi, setidaknya terdapat 3 jenis penyakit virus, 12 penyakit bakteri, 3 penyakit jamur, 4 penyakit cacing, dan protozoa. Menurut Schnurenberger dkk.(1973) telah membuktikan bahwa manusia dapat tertular jenis inpluenza dari babi. Penyakit ini disebabkan oleh virus inpluenza A, subtipe H1N1. Juga menurut Owen(1835) bahwa babi itu mengandung cacing pita dan mengakibatkan terkena penyakit TRICHINOSIS dan penyakit ini telah dikenal manusia sejak ribuan tahun. Tidak seorang pun kebal terhadap penyakit ini. Cacing ini akan tetap hidup dalam otot manusia selama puluhan tahun. Dan menurut Leukart(1856) penyakit cacing pita yang ditularkan oleh babi ini telah dikenal sejak jaman Aristoteles. Ia hidup di bawah kulit dan kurang dari sepuluh tahun akan menyerang otak. Dan masih banyak lagi, babi itu disamping berbahaya terhadap kesehatan badan, otak, juga berpengaruh terhadap prilaku dan tertolaknya ibadah kita. Tapi bukan berarti yang tidak pakai lebel halal LPPOM MUI itu dikatakan haram atau tidak aman tapi jika kita tahu siapa pembuatnya (muslim yang terpercaya)

   

Apr 03

JIWA AKTIVIS MUSLIMAH

Sebuah Renungan Untuk Meningkatkan Ghiroh Berjam’iyyah

Oleh: Lela Sa’adah (Ketua Umum PP Pemudi Persis)

Berorganisasi atau berjam’iyyah adalah sebuah pilihan yang mesti kita pilih dalam kehidupan, oleh sebab itu semangat serta loyalitas harus senantiasa kita tanamkan dalam hati sanubari kita. Berbagai kendala dan tantangan yang seringkali kita hadapi adalah sebuah ujian dari Allah SWT, apakah kita dapat melaluinya atau tidak. Jika ya, maka kita akan lulus dari ujian tersebut, jika tidak, maka kita akan termasuk orang-orang yang tidak disayangi oleh Allah, karena ketidaksabaran kita dalam menghadapi ujian tersebut.

Salah satu ujian yang seringkali didapati oleh seorang aktivis muslimah, dalam hal ini adalah anggota Pemudi Persis, adalah kahilangan gairah dalam berorganisasi, jenuh, atau bahkan putus asa dalam menghadapi masalah-masalah yang ada.

Ada beberapa hal yang mungkin dapat menjadi acuan bagi kita semua, agar dapat meningkatkan gairah, loyalitas, dan bahkan kualitas diri seorang anggota Pemudi Persis.

Karakteristik Anggota Pemudi Persis

1. Memiliki kompetensi dalam hal tertentu yang dapat meningkatkan kualitas diri muslimah seutuhnya. Berdasarkan pengamatan penulis, ada beberapa kompetensi yang sudah dimiliki oleh anggota Pemudi Persis, salah satunya adalah Kompetensi di bidang pendidikan. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya anggota Pemudi Persis yang berlatar belakang Sarjana Pendidikan. Ini adalah sebuah aset yang dimiliki oleh jam’iyyah sehingga ke depannya hal ini dapat dijadikan modal agar Jam’iyyah pemudi Persis lebih maju lagi.

2. Belajar Professional di bidangnya, hal ini terkait dengan kredibilitas seseorang baik secara moral maupun intelektual, tentu saja dengan tidak mengabaikan prinsip-prinsip ibadah yang sesuai dengan al-Quran dan as-Sunnah. Ini adalah sebuah tuntutan pada zaman ini, jika tidak, maka jam’iyyah kita menjadi jauh tertinggal dari organisasi-organisasi muslimah lainnya. Salah satunya adalah disiplin waktu, terkadang hal ini kita abaikan, padahal jika kita membiasakan diri untuk membagi waktu dengan baik, maka segalanya akan terselenggara sesuai dengan yang kita rencanakan.

3. Menjadi rujukan publik, hal ini adalah sebuah kemestian bagi seorang anggota Pemudi Persis, mau tidak mau, suka tidak suka, ketika kita sudah berbaiat untuk menjadi seorang anggota Pemudi, maka kita akan selalu menjadi teladan, bahkan masyarakat umum menjadikan diri kita sebagai rujukan, terutama dalam hal berdakwah. Oleh sebab itu, peningkatan kualitas diri, baik secara moral dan intelektual perlu kita kembangkan dalam kehidupan sehari-hari.
 

Mari Kita berbenah….

Berdasarkan hal diatas, sesungguhnya begitu berat tanggungjawab yang dipikul oleh seorang aktivis muslimah, tapi tentu saja harus ada semangat yang senantiasa menyala, karena balasan yang akan kita terima di yaumil akhir kelak adalah ribuan atau bahkan milyaran pahala yang tidak terhitung jumlahnya. Ada beberapa solusi yang mudah-mudahan dapat meningkatkan gairah dan loyalitas kita demi terciptanya Pemudi persis yang lebih maju lagi di masa yang akan datang.
1. Mengenal karakter organisasi Pemudi Persis dengan baik, hal ini tentu saja harus dapat dipelajari oleh tiap-tiap anggota.
2. Saling menghargai satu anggota dengan anggota lainnya, membiasakan diri dengan perbedaan pendapat dalam musyawarah, membudayakan tabayyun, serta membudayakan hal-hal positif lainnya yang dapat mengeratkan hubungan antara satu anggota dengan anggota lainnya.
3. Memiliki proporsional yang seimbang, sehingga tidak melulu memikirkan kepentingan diri sendiri saja atau bahkan satu golongan saja.
4. Bertanggungjawab terhadap amanat yang sedang diemban
5. Percaya diri, karena setiap manusia diciptakan oleh Allah dengan memiliki potensi yang sama.
6. Sabar dan tidak terburu-buru dalam menghadapi situasi tertentu, sehingga semua pekerjaan yang tengah kita emban dapat kita selesaikan dengan baik.
7. Tabah dan ulet, jika setiap anggota Pemudi persis memiliki sikap ini, maka setiap program kerja yang diamanahkan di setiap jenjang akan dikerjakan dengan sangat baik.
8. Mampu membuat keputusan, hal ini terkait dengan masalah-masalah yang seringkali timbul dalam perjalanan berjam’iyyah, oleh sebab itu seorang Ketua di jenjang manapun harus memiliki sikap ini.
9. Senang bekerja, penulis sangat memahami, bahwa menjadi seorang aktivis yang sudah menikah, tidak hanya bertanggungjawab pada jam’iyyah saja tapi bertanggungjawan atas keluarganya. Akan tetapi ketika seseorang menyelesaikan suatu pekerjaan dengan senang hati, maka pekerjaan itu akan cepat selesai.
10. Memiliki rasa humor, terlalu serius dalam mengerjakan sesuatu tanpa rasa humor dapat meningkatkan rasa stress, oleh sebab itu menyelesaikan pekerjaan dengan diselingi rasa humor dapat mencairkan suasana.Wallohu A’lam Bish-showwab

Apr 02

Musycab PC Pemudi Persis Ciwidey

Musyawarah Cabang PC Pemudi Persis Ciwidey berlangsung pada tanggal 24 Maret 2013, di Ciwidey. dengan ketua terpilih Ira Yulia, selamat berjihad.

Apr 02

Musycab PC Pemudi Persis Pameungpeuk

Musyawarah Cabang ke XVI Pimpinan Cabang Pemudi Persatuan Islam Pameungpeuk, 29 Maret 2013-Banjaran-Kab.Bandung. (Fuzi Purwati)

Apr 02

Silaturahmi PP Pemudi Persis dengan PW Pemudi Persis Jabar

Silaturahmi PP Pemudi Persis dengan PW Pemudi Persis Jabar pada hari Jum’at 29 Maret 2013, semoga hubungan ini semakin erat, uhibbuki fillaah:)

Older posts «